Ada anggapan yang berkembang bahwa menjadi penambang emas tradisional lebih menguntungkan dibandingkan menjadi petani, baik itu petani sawit, kopi, nilam, maupun komoditas lainnya. Namun, sejatinya setiap profesi sangat bergantung pada dua hal utama: sumber daya alam (SDA) yang tersedia dan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mengelolanya. Dengan keterampilan yang memadai, insya Allah rezeki akan menyesuaikan — apapun profesinya. Saya pribadi adalah contoh dari seseorang yang menekuni lebih dari satu profesi: sebagai tenaga pengajar di sekolah swasta, petani, dan juga pedagang di waktu senggang. Semua peran ini saling melengkapi dan memperkaya pengalaman hidup saya. Jika kita bandingkan secara umum, profesi penambang emas memang bisa menjanjikan hasil besar dalam waktu relatif singkat, selama cadangan emas masih tersedia. Namun, dari sisi keberlanjutan, penambangan cenderung memiliki keterbatasan karena SDA yang tidak terbarukan serta risiko lingkungan dan sosial yang tinggi. Berbe...
Sering terdengar dari teman kita ucapan "jangan lupa bahagia" kata kata itu mungkin bisa kita amggap sebagai mutifasi penyemangat dalam keadaan tertentu. Meski demikian tidak sedikit dari kita yang masih saja bersedih entah apa itu penyebabnya!
Sebenarnya tidak ada satupun insan di dunia yang tidak ingin bahagia atau bahkan yang melupakan kebahagiaan! pastinya semua ingin bahagia! hanya saja keadaan yamg tidak memungkinkan. dalam sebuah keadaan ada yang berusaha untuk bahagia akan tetapi semakin dipaksakan bahagia semakin menggores luka. kenapa begitu? karna hal yang wajar namanya kehidupan pasti berbolak balik ada kalanya terang ada kalanya petang , ada siang ada malam, ada kalanya pasang ada kalanya surut. semua itu hanyalaha ujian dari tuhan alam semesta. masihkan ia mengingat tuhannya dikala bahagia, atau malah sebaliknya?.
kabahagiaan , rasa sedih sesuai kadar insan yang menjalani kehidupan! semakin tinggi angan angan untuk bahagia maka semakin tinggi ujian yang akan menerpa..!
Pepatah berkata "Semakin tinggi pohon menjulam semakin kencang angin yang menerjang".
Mungkin solusinya adalah tidak terlalu berlebihan dalam menanggapi sesuatu apalagi sampai BAPERAN entah dalam bercinta atau dalam pergaulan. Ada sebagian yang mengira bahwa bahagia itu adalah harta! padahal itu tidak dan berapa banyak orang kaya yang masih butuh obat penenang ? yang mengandung bahan kimia yang justru membahayakan dan betapa banyak orang yang hidup serba sedernaha tp dalam keluarganya terjalin hubungan yang harmunis. Tentang bahagia sangat sukit untuk jituliskan krna bahagia itu adalah rasa! rasa yang tak mungkin bisa dijelaskan. "Bahagia sangat relatif" Syukuri saja apa yang menjadi koudrat kita terima dangan lapang dada tp tidak juga bermalasa malasan.
tidak lupa untuk bahagia tp hanya tidak mampu untuk tertawa!!!!
bagaimana menurut anda?
https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=8189667341641752135#editor/target=post;postID=2188039379416850432


Comments
Post a Comment