Skip to main content

Terbaru

Petani vs Penambang: Menakar Potensi dan Keberlanjutan Profesi

Ada anggapan yang berkembang bahwa menjadi penambang emas tradisional lebih menguntungkan dibandingkan menjadi petani, baik itu petani sawit, kopi, nilam, maupun komoditas lainnya. Namun, sejatinya setiap profesi sangat bergantung pada dua hal utama: sumber daya alam (SDA) yang tersedia dan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mengelolanya. Dengan keterampilan yang memadai, insya Allah rezeki akan menyesuaikan — apapun profesinya. Saya pribadi adalah contoh dari seseorang yang menekuni lebih dari satu profesi: sebagai tenaga pengajar di sekolah swasta, petani, dan juga pedagang di waktu senggang. Semua peran ini saling melengkapi dan memperkaya pengalaman hidup saya. Jika kita bandingkan secara umum, profesi penambang emas memang bisa menjanjikan hasil besar dalam waktu relatif singkat, selama cadangan emas masih tersedia. Namun, dari sisi keberlanjutan, penambangan cenderung memiliki keterbatasan karena SDA yang tidak terbarukan serta risiko lingkungan dan sosial yang tinggi. Berbe...

Artikel JURNAL KKN

 

ARTIKEL ILMIAH

PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

PARTISIPASI DAN KONTRIBUSI MAHASISWA KKN DALAM ADMINISTRASI RKM DESA NGEPOH DUSUN LAJUK


LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT

UNIVERSITAS ISLAM ZAINUL HASAN GENGGONG

UNTUK MEMENUHI TUGAS KKN PKM PENDEKATAN ABCD

DISUSUN OLEH :

1.     Syaiful Rizal

2.     Syahrul Aminullah

3.     Mohammad Zainal Abidin

4.     Mohammad Haqiqi

5.     Muhammad Toubet

6.     Badrus Sholeh

7.     Abdus Sa’at

8.     Rudiyanto

UNIVERSITAS ISLAM ZAINUL HASAN GENGGONG

KRAKSAAN-PROBOLINGGO

TAHUN AKADEMIK 2021/2022

Partisipasi Dan Kontribusi Mahasiswa KKN dalam Administrasi RKM Desa Ngepoh Dusun Lajuk Kecamatan Dringu, Probolinggo

1Saifur Rizal, 2Syahrul Aminullah, 3Mohammad Zainal Abidin, 4Mohammad Haqiqi, 5Muhammad Toubet, 6Badrus Sholeh, 7Abdus Sa’at, 8Rudiyanto

1Perbandingan Mazhab, Fakultas Syari’ah, 2Manajemen Keuangan Syari’ah, FEBI, 3Manajemen Keuangan Syari’ah, FEBI, 4Pendidikan  Bahasa Arab, FakultasTarbiyah, 5Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Tadris Umum,6Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Tadris Umum,7Pendidikan Bahasa Arab, Fakultas Tarbiyah, 8Perbankan Syari’ah, Fakultas FEBI

 

Universitas Islam Zainul Hasan, Kraksaan, Probolinggo

Syaifulrizalrizal123@gmail.com

ABSTRAK

Makhluk hidup diciptakan untuk bersimpuh kepada-Nya baik manusia, hewan maupun tumbuhan. Semua makhluk hidup di dunia ini akan kembali kepada-Nya untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah dilakukan semasa di dunia, sebab dunia ini hanyalah sementara sedangkan akhirat adalah tempat dimana kita akan tinggal untuk selama-lamanya.Tetapi, sebelum memasuki fase tersebut kita dipertemukan dengan kematian. Sebab makhluk yang bernyawa pasti akan bertemu dengan kematian dan tibanya kematian seseorang tidak memandang siapapun dan dimanapun bahkan semua makhluk Allah tanpa terkecuali akan menghadap sang Ilahi tepat pada waktunya. Kematian adalah kelompok yang dibentuk berdasarkan kebutuhan masyarakat sekitar, yang selalu dibutuhkan pada saat terjadi musibah kematian.Pembentukan rukun kematian dilatar belakangi adanya kepentingan yang sama dari para anggota masyarakat atau bukan karena adanya kesulitan yang mereka hadapi berkenaan dengan musibah kematian. Dengan demikian rukun kematian merupakan suatu bentuk asosiasional ikatan kewargaan yang dapat disebut sebagai kearifan lokal.Kerukunan umat beragama Islam merupakan pilar penting dari kerukunan nasional.

Kata kunci : Makhluk Hidup, Kematian, Rukun Kematian, Kerukunan

 

 


1.   Pendahuluan

Makhluk hidup diciptakan untuk bersimpuh kepada-Nya baik manusia, hewan maupun tumbuhan. Semua mahluk hidup di dunia ini akan kembali kepada-Nya untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah dilakukan semasa di dunia, sebab dunia ini hanyalah sementara sedangkan akhirat adalah tempat dimana kita akan tinggal untuk selama-lamanya.Tetapi sebelum memasuki fase tersebut, kita dipertemukan dengan kematian. Sebab mahluk yang bernyawa pasti akan bertemu dengan kematian dan tibanya kematian seseorang tidak memandang siapapun dan dimanapun bahkan semua makhluk Allah tanpa terkecuali akan menghadap sang Ilahi tepat pada waktunya. Ada banyak firman Allah yang menjelaskan tentang kematian, dan salah satunya diantaranya dalam QS. An-Nissa: 78, yang artinya:

“Dimana saja kamu berada, kematian akan mendapatkanmu, kendatipun kamu didalam benteng yang tinggi lagi kokoh’’.

Ayat tersebut menjelaskan bahwa dimana saja kita berada, sekalipun kita bersembunyi dalam benteng yang kokoh, dalam peti emas maupun di tempat yang manusia tidak bisa mengetahuinya, pasti kematian akan menemuinya.

Indonesia merupakan negara penduduk yang mayoritas beragama Islam.Islam merupakan agama yang lengkap dan universal, karena segala kehidupan manusia diatur dalam syariat Islam.Diantaranya adalah aspek ketuhanan, etika, akhlak, ibadah maupun muamalah.Semasa hidup, manusia mempunyai aturan-aturan tertentu yang harus diketahui dan dilaksanakan, salah satunya ialah penyelenggaraan jenazah.Hukum prosesi ini fardhu kifayah dan merupakan kewajiban bagi seluruh umat Islam. Kegiatan yang wajib dalam penyelenggaraan terkait dengan jenazah, memandikan, mengkafani, menshalatkan, dan menguburkan serta tahlilan tentu membutuhkan persiapan dll, dan disini kami juga membahas tentang aset didasarkan pada paradigma dasar bahwa alam semesta diciptakan oleh Tuhan sebagai amanah (Kepercayaan Ilahi) dan sarana kebahagiaan hidup bagi seluruh umat manusia untuk mencapai kesejahteraan hakiki secara material dan spiritual (Al-Falah). Substansinya adalah bahwa setiap aktivitas umat manusia memiliki akuntabilitas dan nilai illahiah yang menempatkan perangkat syariah dan ahlak sebagai parameter baik dan buruk, benar dan salahnya aktivitas usaha. Dengan cara ini, akan terbentuk integritas yang akhirnya akan membentuk karakter tata kelola yang baik dan disiplin pasar  yang baik.

Pembentukan rukun kematian dilatar belakangi adanya kepentingan yang sama dari para anggota masyarakat atau bukan karena adanya kesulitan yang mereka hadapi berkenaan dengan musibah kematian, meliputi pengurusan jenazah, memandikan, men-shalatkan, dan memakamkan dalam penelitian kita memaparkan bahwa rukun kematian adalah kelompok yang dibentuk berdasarkan kebutuhan masyarakat sekitar, yang selalu dibutuhkan pada saat terjadi musibah kematian. Dengan demikian rukun kematian merupakan suatu bentuk asosiasional ikatan kewargaan yang dapat disebut sebagai kearifan lokal.Dan Organisasi sosial “rukun duka” dapat memberikan kemudahan terkait penyelenggaraan jenazah kepada keluarga yang berduka.Kerukunan umat beragama Islam merupakan pilar penting dari kerukunan nasional.Sebab kerukunan nasional dapat tercipta apabila hubungan antar kelompok masyarakat terjalin secara harmonis.Oleh karena itu perlu upaya menciptakan hubungan yang harmonis dan pemeliharaan kondisi yang rukun di kalangan umat beragama secara terus menerus, baik oleh pemerintah maupun berbagai komunitas dan kelompok dalam masyarakat.Upaya demikian sangat diperlukan karena kelompok-kelompok sosial (sebagai kearifan lokal dan modal sosial) dalam masyarakat memiliki kedudukan dan peran yang sangat sentral dalam mewujudkan kondisi di atas.

 

Metode

Dalam sebuah pendampingan yang akan dilakukan sini peneliti menggunakan kualitatif study kasus dengan menerapkan  PAR (Participatory Action Research), yang terdiri dari tiga kata yang selalu berhubungan satu sama lain, yaitu partisipasi, riset, dan aksi. Cara kerja PAR dirancang menjadi daur gerakan sosial, yaitu:

1)   Pemetaan Awal. Pemetaan awal digunakan sebagai alat untuk memahami sebuah komunitas, sehingga Kami akan mudah memahami realitas problem dan relasi sosial yang terjadi. Dengan cara demikian akan memudahkan untuk masuk ke dalam komunitas baik melalui Kunci masyarakat maupun komunitas akar rumput yang sudah terbangun. Kami akan melakukan pemetaan secara umum daerah yang akan diteliti, menentukan informan, dengan demikian kami akan mengetahui keadaan umum daerah.

 2. Membangun Hubungan Kemanusiaan

          Melakukan sebuah inkulturasi dan membangun kepercayaan (Trust building) dengan masyarakat, sehingga terjalin hubungan yang setara dan saling mendukung.Peneliti dan masyarakat bisa menyatu menjadi sebuah simbiosis mutualisme untuk melakukan riset, belajar memahami masalahnya, dan memecahkan persoalanya secara bersama-sama (Partiisipatif).

3. Penentuan Agenda Riset Untuk Perubahan Sosial

          Peneliti bersama komunitas mengagendakan program riset melalui teknik Participatory Rural Aprasial (PRA) untuk memahami persoalan masyarakat yang selanjutnya menjadi alat perubahan sosial.

 4. Pemetaan Partisipatif (Participatory Mapping). Bersama masyarakat melakukan pemetaan wilayah, maupun persoalan yang dialami masyarakat.

5. Merumuskan Masalah Kemanusiaan

          Komunitas merumuskan masalah yang mendasar dalam hidup kemanusiaan yang dialaminya.Mulai dari masalah yang berkaitan dengan pangan, papan, sandang, MCK, dan akses.

6. Menyusun Strategi Gerakan

          Komunitas menyusun strategi gerakan untuk memecahkan problem kemanusiaan yang telamuskan.Menentukan langkah sistematik, menentukan pihak yang terlibat (stakeholder), dan merumuskan kemungkinan keberhasilan dan kegagalan program dan kesulitan dalam melaksanakan program.

7.Pengorganisasian Masyarakat

          Komunitas didampingi peneliti membangun kelompok kerja, maupun lembagalembaga masyarakat yang bergerak dalam memecahkan problem sosial.

8. Melancarkan Aksi Perubahan

          Aksi memecahkan problem dilakukan secara partisipatif.Program pemecahan persoalan kemanusiaan bukan hanya sekedar melakukan program tapi juga ada perubahan yang baik, setelah terjadi pendampingan.

 9. Membangun Pusat-pusat Belajar Masyarakat

          Pusat belajar dibangun atas dasar kebutuhan kelompok-kelompok komunitas yang bergerak melakukan aksi perubahan.Pusat belajaar merupakan media komunikasi, riset, diskusi, dan segala aspek untuk merencanakan, mengorganisir, dan memecahkan problem sosial.Hal ini karena terbangunnya pusat-pusat belajar merupakan salah satu bukti munculnya pranata baru sebagai awal perubahan dalam komunitas masyarakat.

 10. Refleksi (Teorisasi Perubahan Sosial)

          Peneliti bersama dengan komunitas merumuskan teorisasi perubahan sosial. Berdasarkan atas hasil riset,proses pembelajaran masyarakat, dan program-program aksi yang sudah terlaksana, penelitidan komunitas merefleksikansemua proses dan hasil yang diperolehnya (dari awal sampai akhir).

 11. Meluaskan Skala Gerakan dan Dukungan

           Keberhasilan program PAR tidak hanya diukurndari hasil kegiatan selama proses, tetapi juga diukur dari tingkat keberlanjutan sebuah program (Sustainibility) yang sudah berjalan dan munculnya perorganisir-perorganisir serta pemimpin lokal yang melanjutkan program untuk aksi perubahan. Oleh sebab itu bersama komunitas peneliti memperluas skala gerakan dan kegiatan.

 


HASIL DAMPAK PERUBAHAN

Pada minggu-minggu pertama, karena pada saat itu peserta KKN UNZAH masih dalam tahap adaptasi dan sosialisasi.Terlebih lagi sebagian besar tenaga, pikiran dan waktu terfokus pada usaha penggalian aset desa.

Memasuki Minggu kedua peserta KKN UNZAH sudah mulai menjalankan program, baik dalam bidang fisik maupun non fisik, namun dalam menjalankan program tidak semudah membalikkan telapak tangan karena disitu komunitas KKN masih harus memikirkan keadaan sosial masyarakat, tetapi komunitas KKN UNZAH sangat bersyukur karena dengan adanya rintangan-rintangan tersebut komunitas KKN bisa menambah wawasan dalam hal ketika mau berbuat masih memerlukan analisa sosial terlebih dahulu.

Sehingga dalam minggu kedua ini, komunitas KKN UNZAH menemukan topik pembahasan aset desa yakni tentang RKM yang ada di Desa Ngepoh Dusun Lajuk.

 

 

1.     Kondisi Yang Ada Di Masyarakat

          Pada tahun 2013 RKM yang ada di Desa Ngepoh Dusun Lajuk dibentuk oleh masyarakat sekitar,dengan tujuan mempermudah dan meringankan masyarakat dalam urusan kematian. Pada awalnya sebelum terbentuknya RKM masyarakat lajuk saat adanya kematian pihak keluarga masih kebingungan dalam hal perlengkapan jenazah dll. Sehingga masyarakat dusun lajuk mempunyai inisiatif untuk membentuk RKM, kemudian masyarakat sekitar bermusyawarah untuk memilih ketua organisasi agar mempermudah dalam hal pengelolaan RKM.

          Seiring berjalannya waktu terjadi kemajuan dalam organisasi RKM yang juga di ikuti dengan adanya permasalahan  pro dan kontra dalam masyarakat sehingga terjadi ketidak stabilan berjalannya organisasi. Dalam hal ini masyarakat hanya melakukan kritisi terhadap organisasi RKM tanpa adanya tindakan yang jelas, sehingga terjadilah rangkap jabatan pada ketua RKM yang sekaligus menjabat sekertaris dan bendahara di dalam structural RKM tersebut.

2. Kondisi Yang Diharapkan

          Dari penjabaran masalah aset desa yang KKN UNZAH pilih, kami melakukan analisa dan diskusi bersama untuk memecahkan masalah yang ada.

Berdasarkan ilmu yang sudah diterima selama perkuliahan kami memperoleh beberapa poin jalan keluar dari permasalahan yang ada.

          Untuk menindak lanjuti permasalahan yang ada kami melakukan diskusi bersama masyarakat setempat untuk memberikan hasil diskusi yang sudah kami lakukan yakni beberapa poin-poin usulan.

Usulan-usulan :          

1)     Membentuk stuktur organisasi RKM

2)     Membenahi adminitrasi RKM


 


Kesimpulan

   Hidup dalam suatu lingkup masyarakat sosial memang harus memerlukan adanya kerja sama / saling membantu satu sama lain. Dan hal tersebut harus ditanamkan dalam kehidupan masyarakat agar dapat menjalin hubungan sosialisasi dengan baik, terciptanya lingkungan yang tentram, demi kesejahteraan bersama. Kematian tidaklah inklusif akan tetapi milik dan terjadi pada semua orang tanpa kecuali. Mengingat perkembangan dinamika masyarakat saat ini, salah satunya di desa.maka dipandang perlu dibentuk rukun kematian dengan harapan adanya rukun kematian dapat membantu meringankan beban bagi keluarga duka sehingga proses pengurusan jenazah dan pemakaman serta administrasi yang dibutuhkan dapat berjalan dengan lancar. Keberadaan rukun kematian dimaksudkan untuk lebih meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya dalam memahami hakikat musibah kematian, meningkatkan kesiapan diri dan keluarga dalam menghadapi musibah kematian, memahami adab dalam menghadapi musibah kematian, memahami kewajiban kita terhadap jenazah, dan memahami tata cara pengurusan jenazah sesuai tuntunan agama.


 

 

Comments

Postingan lainnya

Baju Pink Yang katanya di cari Netizen

 

Syekh fadhil cucu syekh abdul qodir

Nasihat Syekh fadhil Di PPSS. SYEKH ABDUL QODIR JAILANI Blimbing Besuki Situbondo (10-12-2019) Syekh Fadhil cucu kanjeng Syekh Abdul Qodir Al Jailani dari beberapa isi Nasehatnya Adalah menekankan agar memperbanyak Sholawat kepada baginda Nabi sedikitnya sehari adalah 311 , dan juga beliau menyampaikan lengkapilah bacaan sholawat Sholawat kalian yaitu "Allahumma sholli wasallim" jangan hanya "Allahumma sholli Alaa Muhammad", karna dasarnya dalam Alqur'an memang demikian.  sedangkan dalam ceramah beliau ada yang merupakan nasihah't ada yg berupa perintah, salah satunya adalah beliau dawuh "Jadilan kalian orang orang yang jujur, jujur kepada Allah, jujur kepada makhluqnya, jujur kepada diri sendiri. Karna jujur menempati derajat kedua setelah kenabian. Jika kalian sudah jujur Insyaa Allah rizki lancar urusan menjadi mudah! sedangkan dusta setara dgn Syaiton yang sangat dilaknat oleh Allah"   Kesimpulannya adalah beliau mengajak me...

AL IS'AF ASSALAFY SUMENEP MADURA

RA JAZIL Ra Jazil Putra KH. HABIBULLAH RO'IS AL IS'AF ASSALAFY KALABAAN GULUK GULUK SUMENEP MADURA Di Madura Terdapat salah Satu Pondok Pesantren yang benat benar menerapkan Program Salaf atau bisa di katakan Jauh dari kata pendidikan Formal  Pondok Pesantren Ini Mengajarkan Keagamaan dengan Sangat meluas tanpa menghiraukan Kemajuan pendidikan secara Umum Pesantren Ini Bernama Al is'af Assalafy terletak di Kabupaten Sumenep, Kecamatan Guluk Guluk, Desa Guluk Guluk dusun kelabaan Didirikan Oleh KH. HABIBULLAH RO'IS yang merupakan Alumni Annuqoyah Guluk Guluk, BataBata, Lalu sidogiri Kini Pesantren tersebut di Teruskan oleh Putra beliau Yaitu KH. LATHFAN HABIBIE dan Salah satu adik beliau adalah Ra Jazil kiai mudah Yang terkenal Kealimannya Ra Jazil Ini di sebut sebut Sebagai Pewaris sari Ilmu abahnya (KH. HABULLAH ROIS) karna memang di luar nalar masyarakat dan santri sebelumnya Untuk Meyakini sekaligu mengetahui bagai mana kealiman beliau silahkan...

PENCAK DOR PROFESIONAL

 TIGER BAR GENGGONG | TARUNG BEBAS VIDEO SELENGKAPNYA

HUT RI BUKAN 17 AGUSTUS!

MEMANG TIDAK SEBERAPA TAPI PERLU KITA TAU! Untuk Lebih Lengkapnya Silahkan Klik Link Brikut:   https://youtu.be/E2IduPtZ_zo SEJARAH TERBENTUKNYA NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA (NKRI)   Ditandai dengan dibacakannya teks proklamasi oleh Ir. Soekarno pada tanggal 17 Agustus 1945. Namun proklamasi itu sendiri merupakan rangkaian peristiwa yang melatarbelakangi terjadinya proklamasi tersebut. Bagaimana kronologis lahirnya atau terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia itu? Mari kita simak bersama rangkaian kronologis yang kami ulas secara singkat padat berikut ini. 29 April 1945  BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) atau dalam bahasa Jepang Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai  yang didirikan oleh pemerintah Jepang pada tanggal yang beranggotakan 63 orang. 06 Agustus 1945   Sebuah bom atom meledak di kota Hiroshima, Jepang. Pada saat itu, padahal Jepang sedang menjajah Indonesia, 07 Agustus 1945  BPUPKI kemudian berganti...

LAPORAN KKN UNZAH 2021

  LAPORAN KKN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PARTISIPASI DAN KONTRIBUSI MAHASISWA KKN DALAM ADMINISTRASI RUKUN KEMATIAN   (RKM) DESA NGEPOH DUSUN LAJUK   LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT UNIVERSITAS ISLAM ZAINUL HASAN GENGGONG UNTUK MEMENUHI TUGAS KKN PKM PENDEKATAN ABCD DISUSUN OLEH : 1.     Syaiful Rizal 2.     Syahrul Aminullah 3.     Mohammad Zainal Abidin 4.     Mohammad Haqiqi 5.     Muhammad Toubet 6.     Badrus Sholeh 7.     Abdus Sa’at 8.     Rudiyanto UNIVERSITAS ISLAM ZAINUL HASAN GENGGONG KRAKSAAN-PROBOLINGGO TAHUN AKADEMIK 2021/2022 HALAMAN PENGESAHAN   1.       Judul PKM     : Partisipasi Dan Kontribusi Mahasiswa KKN dalam Administrasi RKM Desa Ngepoh Dusun Lajuk 2.       Nama Mitra Program  ...
SUKSES dan HEBAT gara gara Jadi Maling  Bersama Guru IHKLASH sang TELADAN  Sekelompok anak muda menghadiri resepsi pernikahan. Salah seorang di antaranya melihat guru SMA-nya. Murid itu menyalami gurunya dengan penuh penghormatan, seraya berkata: "Masih ingat saya kan, pak guru?” Gurunya menjawab, “wah maaf, tidak tuh." Murid itu bertanya keheranan, "Masa sih, pak guru tidak ingat saya." "Saya kan... murid yang dulu  mencuri jam tangan punya  salah seorang teman di kelas." "Ketika anak yang kehilangan jam itu menangis, pak guru menyuruh kita untuk berdiri semua, karena akan dilakukan penggeledahan saku murid semuanya." "Saat itu saya berfikir, bahwa saya akan dipermalukan dihadapan para murid dan para guru, dan akan menjadi tumpahan ejekan dan hinaan, mereka akan memberikan gelar kepada saya: "pencuri" dan harga diri saya pasti akan hancur, selama hidup saya." "Bapak menyuruh kami berdir...

PROFIL SINGKAT PPSS SYEKH ABDUL QODIR JAILANI Ra.

PROFIL AS SAQOLANI PROFIL   PONDOK PESANTREN SALAFIYYAH SYAFI’IYYAH  “ SYEKH ABDUL QODIR JAILANI Ra.”  BLIMBING BESUKI SITUBONDO 1. Nama :   PONDOK PESANTREN SALAFIYYAH SYAFI’IYYAH  SYEKH ABDUL QODIR JAILANI Ra. 2. Alamat :  Jln. Pesanggrahan Gang Pesantren Desa Blimbing   Kecamatan Besuki Kabupaten Situbondo Kode Pos 68356  Telp. ( 0338 ) 891193 3. Tahun didirikan :   17 Ramadlan 1430 H. / 9 September 2009 M. 4. Pendiri :   K. MOHAMMAD HASAN NAILUL ILMI 5. Sejarah Singkat :   Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah SYEKH ABDUL QODIR JAILANI Ra. Didirikan  oleh Kiai Mohammad Hasan Nailul Ilmi pada Tanggal 17 Ramadlan 1430 H.  Bertepatan dengan Tanggal 9 September 2009. Latar belakang pendirian Pondok  Pesantren ini berawal dari sebuah Majelis Dzikir Dan Istighotsah yang beliau dirikan  sejak tahun 2004 M. Tahun demi tahun berjalan, majelis dz...

SYAIR / PUISI ARAB TENTANG CINTA

Duel arabian puiasi cinta santri kocak! Sayang Gak ditonton 😁 https://youtu.be/r0WYefvQNnE