LAPORAN KKN
PENGABDIAN KEPADA
MASYARAKAT
PARTISIPASI DAN
KONTRIBUSI MAHASISWA KKN DALAM
ADMINISTRASI RUKUN
KEMATIAN (RKM)
DESA NGEPOH DUSUN LAJUK
LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS ISLAM ZAINUL HASAN GENGGONG
UNTUK MEMENUHI TUGAS KKN PKM PENDEKATAN ABCD
DISUSUN OLEH :
1. Syaiful Rizal
2. Syahrul Aminullah
3. Mohammad Zainal Abidin
4. Mohammad Haqiqi
5. Muhammad Toubet
6. Badrus Sholeh
7. Abdus Sa’at
8. Rudiyanto
UNIVERSITAS ISLAM ZAINUL HASAN GENGGONG
KRAKSAAN-PROBOLINGGO
TAHUN AKADEMIK 2021/2022
HALAMAN PENGESAHAN
1. Judul
PKM :
Partisipasi Dan Kontribusi Mahasiswa KKN dalam
Administrasi RKM Desa Ngepoh Dusun Lajuk
2.
Nama Mitra Program :
Desa Ngepoh, Dusun Lajuk, Kab.Probolinggo
3.
Pengusul :
a. Nama
:
Syaiful Rizal
b. Program
Studi : Fakultas Syari’ah
4.
Lokasi Kegiatan
a. Wilayah : Desa Ngepoh Kecamatan Dringu
b. Kabupaten
: Probolinggo
c. Provinsi : Jawa Timur
5.
Luaran yang
dihasilkan : Partisipasi dan Kontribusi Mahasiswa KKN dalam Administrasi RKM Desa Ngepoh Dusun
Lajuk
6.
Jangka waktu
pelaksanaan : 1 Bulan (30 Hari)
7.
Biaya Total
a. Institusi : Rp. 650.000
b. Sumber
lain : -
Mengetahui Dringu,
31 Agustus 2021
Dosen Pembimbing Lapangan Pengusul
(DPL)
(Terza
Travelancya DP.M Pd) (Syaiful
Rizal) NIDN. 2111048703 NPM. 2018410533
Menyetujui,
Ketua
KKN
(Zahida
I’Tisoma Billah, M.E)
NIDN.
2118029203
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum
Wr. Wb
Puji syukur kami panjatkan kehadiran Allah SWT, karena
atas rahmat dan karunia-Nya sehingga kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Asset
Based Community Development (ADCD) Universitas Islam Zainul Hasan Genggong
tahun 2021 ini hingga penyusunan laporan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN)
dapat diselesaikan dengan baik dan tepat waktu yang telah ditentukan. Sholawat
serta salampun kami hanturkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW dan para
sahabatnya, yang telah memberikan tauladan baik sehingga akal dan fikiran
penyusun mampu menyelesaikan Lapora Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini, semoga kita
termasuk ummatnya yang kelak mendapatkan syafa’at dalam menuntut ilmu.
Dalam kesempatan ini mengucapkan terimakasih kepada
pihak-pihak yang telah banyak membantu dalam pelaksanaan dan penyusunan laporan
kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) diantaranya :
1. Dr. Abd. Aziz, M.Ag. selaku Rektor
Universitas Islam Zainul Hasan (UNZAH) Genggong Kraksaan Probolinggo.
2. Ibu Zahida I’tisoma Billah, M.E selaku
Ketua Panitia Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Zainul Hasan (UNZAH)
Genggong Kraksaan Probolinggo.
3. Ibu Terza Travelancya D.P M. Pd selaku
DPL.
4. Masyarakat Dusun Lajuk Desa Ngepoh Kecamatan
Dringu yang juga ikut berpartisipasi dalam pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja
Nyata (KKN).
5. Serta pihak-pihak lain yang telah membantu
dari pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) hingga tersusunnya laporan ini.
Laporan Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini, kami
susun berdasarkan apa yang telah kami jalankan selama melaksanakan Kuliah Kerja
Nyata (KKN) di Dusun Lajuk Desa Ngepoh Kecamatan Dringu yang dilaksanakan
selama 25 hari yaitu, mulai tanggal 5 Agustus hingga 31 Agustus 2021.
Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan sebuah
implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu darma pendidikan dan
pengajaran yang telah dilaksanakan pada kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Hal
tersebut merupakan salah satu syarat yang harus di tempuh mahasiswa dalam
menempuh program pendidikan S1, yang telah ditetapkan oleh pihak akademik.
Dengan demikian adanya mahasiswa wajib melaksanakan Kegiatan Kuliah Kerja Nyata
(KKN) dan menyusun laporan hasil kegiatan yang sudah dilaksanakan . kegiatan
yang sudah diprogramkan dapat dilaksanakan dengan baik atas kerjasama dari
berbagai pihak, terutama tokoh ulama` dan masyarakat Dusun Lajuk Desa Ngepoh
Kecamatan Dringu.
Dalam penyusunan laporan ini, kami menyadari masih
banyak kekurangan baik dari segi susunan serta dan penyusunan laporan ini,
karenanya saran dan kritik yang sifatnya membangun demi kesempurnaan laporan
ini sangat kami harapkan.
Akhirnya, laporan ini bisa bermanfaat bagi para
pembaca pada umumnya dan juga bermanfaat bagi penyusun pada khususnya.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb
Dringu,
31 Agustus 2021
Penyusun
DAFTAR ISI
Contents
4. Otput pendampingan yang diharapkan
C. Langkah-langkah Dalam Pendampingan
B. Diskusi Keilmuan (kajian teori)
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Makhluk hidup diciptakan untuk bersimpuh
kepada-Nya baik manusia, hewan maupun tumbuhan. Semua makhluk hidup di dunia
ini akan kembali kepada-Nya untuk mempertanggungjawabkan apa yang telah
dilakukan semasa di dunia, sebab dunia ini hanyalah sementara sedangkan akhirat
adalah tempat dimana kita akan tinggal untuk selama-lamanya. Tetapi sebelum
memasuki fase tersebut, kita dipertemukan dengan kematian. Sebab mahluk yang
bernyawa pasti akan bertemu dengan kematian dan tibanya kematian seseorang
tidak memandang siapapun dan dimanapun bahkan semua makhluk Allah tanpa
terkecuali akan menghadap sang Ilahi tepat pada waktunya. Ada banyak firman
Allah yang menjelaskan tentang kematian, dan salah satunya diantaranya dalam
QS. An-Nissa: 78, yang artinya:
“Dimana saja kamu berada, kematian akan mendapatkanmu,
kendatipun kamu didalam benteng yang tinggi lagi kokoh’’
Ayat tersebut menjelaskan bahwa dimana saja kita
berada, sekalipun kita bersembunyi dalam benteng yang kokoh, dalam peti emas
maupun di tempat yang manusia tidak bisa mengetahuinya, pasti kematian akan
menemuinya.
Indonesia merupakan negara penduduk yang mayoritas
beragama Islam. Islam merupakan agama yang lengkap dan universal, karena segala
kehidupan manusia diatur dalam syariat Islam. Diantaranya adalah aspek
ketuhanan, etika, akhlak, ibadah maupun muamalah. Semasa hidup, manusia
mempunyai aturan-aturan tertentu yang harus diketahui dan dilaksanakan, salah
satunya ialah penyelenggaraan jenazah. Hukum prosesi ini fardhu kifayah dan
merupakan kewajiban bagi seluruh umat Islam. Kegiatan yang wajib dalam
penyelenggaraan terkait dengan jenazah, memandikan, mengkafani, menshalatkan,
dan menguburkan serta tahlilan tentu membutuhkan persiapan dll, dan disini kami
juga membahas tentang aset didasarkan pada paradigma dasar bahwa alam semesta
diciptakan oleh Tuhan sebagai amanah (Kepercayaan Ilahi) dan sarana kebahagiaan
hidup bagi seluruh umat manusia untuk mencapai kesejahteraan hakiki secara
material dan spiritual (Al-Falah). Substansinya adalah bahwa setiap aktivitas
umat manusia memiliki akuntabilitas dan nilai illahiah yang menempatkan
perangkat syariah dan ahlak sebagai parameter baik dan buruk, benar dan
salahnya aktivitas usaha. Dengan cara ini, akan terbentuk integritas yang
akhirnya akan membentuk karakter tata kelola yang baik dan disiplin pasar yang baik.
Pembentukan rukun kematian dilatar belakangi adanya
kepentingan yang sama dari para anggota masyarakat atau bukan karena adanya
kesulitan yang mereka hadapi berkenaan dengan musibah kematian, meliputi
pengurusan jenazah, memandikan, men-shalatkan, dan memakamkan dalam penelitian
kita memaparkan bahwa rukun kematian adalah kelompok yang dibentuk berdasarkan
kebutuhan masyarakat sekitar, yang selalu dibutuhkan pada saat terjadi musibah
kematian. Dengan demikian rukun kematian merupakan suatu bentuk asosiasional
ikatan kewargaan yang dapat disebut sebagai kearifan lokal. Dan Organisasi
sosial “rukun duka” dapat memberikan kemudahan terkait penyelenggaraan jenazah
kepada keluarga yang berduka. Kerukunan umat beragama Islam merupakan pilar penting
dari kerukunan nasional. Sebab kerukunan nasional dapat tercipta apabila
hubungan antar kelompok masyarakat terjalin secara harmonis. Oleh karena itu
perlu upaya menciptakan hubungan yang harmonis dan pemeliharaan kondisi yang
rukun di kalangan umat beragama secara terus menerus, baik oleh pemerintah
maupun berbagai komunitas dan kelompok dalam masyarakat. Upaya demikian sangat
diperlukan karena kelompok-kelompok sosial (sebagai kearifan lokal dan modal
sosial) dalam masyarakat memiliki kedudukan dan peran yang sangat sentral dalam
mewujudkan kondisi di atas.
2. Tujuan
Tujuan penelitian ini adalah untuk membenahi
Administrasi dan struktur yang ada di Desa Ngepoh Dusun Lajuk.
3. Alasan Memilih
Dampingan
ada beberapa alasan utama kami memilih pendampingan
organisasi RKM, diantaranya yaitu ;
1. Kurangnya pemahaman SDM organisasi RKM.
Dipilihnya pendampingan RKM ini merupakan salah satu upaya Mahasiswa KKN untuk meningkatkan pengetahuan SDM dalam
pemenuhan tugas dan tanggung jawab organisasi RKM.
2. Dengan terbentuknya Stuktrur organisasi
agar tidak terjadi lagi adanya rangkap jabatan dalam organisasi RKM ini.
Mengingat bahwa masih banyaknya SDM yang tersedia dan mampu untuk menempati
jabatan yang ada.
4. Output pendampingan
yang diharapkan
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan
kontribusi, terutama secara teori dan praktis. Berdasarkan tujuan penelitian
diatas, maka kontribusi penelitian ini adalah :
1. Manfaat Secara teori,
Hasil
penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi bagi pengembangan ilmu
Adminitrasi khususnya akuntansi manajemen dalam organisasi sosial. Disamping
itu hasil penelitian ini diharapkan pula dapat menjadi referensi untuk
penelitian sejenis di masa yang akan datang.
2.
Manfaat Secara praktis,
Hasil penelitian
ini diharapkan dapat menjadi bahan acuan kepada pengelola organisasi sosial
rukun duka Desa Ngepoh Dusun Lajuk dalam penerapan konsep
penganggaran.
BAB II
METODE PENDAMPINGAN
A. Metode Pendampingan
Dalam
sebuah pendampingan yang akan dilakukan peneliti, disini peneliti menggunakan
metode dalam cara kerja PAR (Participatory
Action Research). Pada dasarnya, PAR merupakan penelitian yang melibatkan
secara aktif semua pihak-pihak stakeholders
dalam mengkaji tindakan yang sedang berlangsung dalam rangka melakukan
perubahan ke arah yang lebih baik dan landasan utamanya merupakan gagasan dari
rakyat. PAR memiliki tiga kata yang selalu berhubungan satu sama lain, yaitu
partisipasi, riset, dan aksi. Cara kerja PAR dirancang menjadi daur gerakan
sosial, yaitu:
1. Pemetaan Awal
Pemetaan awal digunakan sebagai alat untuk
memahami sebuah komunitas, sehingga Kami akan mudah memahami realitas problem
dan relasi sosial yang terjadi. Dengan cara demikian akan memudahkan untuk masuk
ke dalam komunitas baik melalui Kunci masyarakat maupun komunitas akar rumput
yang sudah terbangun. Kami akan melakukan pemetaan secara umum daerah yang akan
diteliti, menentukan informan, dengan demikian kami akan mengetahui keadaan
umum daerah.
2. Membangun Hubungan Kemanusiaan
Melakukan sebuah inkulturasi dan membangun
kepercayaan (Trust building) dengan masyarakat, sehingga terjalin hubungan yang
setara dan saling mendukung. Peneliti dan masyarakat bisa menyatu menjadi
sebuah simbiosis mutualisme untuk melakukan riset, belajar memahami masalahnya,
dan memecahkan persoalanya secara bersama-sama (Partiisipatif).
3.
Penentuan Agenda Riset Untuk Perubahan Sosial
Peneliti bersama komunitas mengagendakan
program riset melalui teknik Participatory Rural Aprasial (PRA) untuk memahami
persoalan masyarakat yang selanjutnya menjadi alat perubahan sosial.
4. Pemetaan Partisipatif (Participatory
Mapping)
Bersama
masyarakat melakukan pemetaan wilayah, maupun persoalan yang dialami masyarakat.
5.
Merumuskan Masalah Kemanusiaan
Komunitas merumuskan masalah yang
mendasar dalam hidup kemanusiaan yang dialaminya. Mulai dari masalah yang
berkaitan dengan pangan, papan, sandang, MCK, dan akses.
6.
Menyusun Strategi Gerakan
Komunitas
menyusun strategi gerakan untuk memecahkan problem kemanusiaan yang telah
ter-jerumuskan. Menentukan langkah sistematik, menentukan pihak yang terlibat
(stakeholder), dan merumuskan kemungkinan keberhasilan dan kegagalan program
dan kesulitan dalam melaksanakan program.
7. Pengorganisasian Masyarakat
Komunitas
didampingi peneliti membangun kelompok kerja, maupun lembagalembaga masyarakat
yang bergerak dalam memecahkan problem sosial.
8.
Melancarkan Aksi Perubahan
Aksi
memecahkan problem dilakukan secara partisipatif. Program pemecahan persoalan
kemanusiaan bukan hanya sekedar melakukan program tapi juga ada perubahan yang
baik, setelah terjadi pendampingan.
9. Membangun Pusat-pusat Belajar Masyarakat
Pusat
belajar dibangun atas dasar kebutuhan kelompok-kelompok komunitas yang bergerak
melakukan aksi perubahan. Pusat belajaar merupakan media komunikasi, riset,
diskusi, dan segala aspek untuk merencanakan, mengorganisir, dan memecahkan
problem sosial. Hal ini karena terbangunnya pusat-pusat belajar merupakan salah
satu bukti munculnya pranata baru sebagai awal perubahan dalam komunitas
masyarakat.
10. Refleksi (Teorisasi Perubahan Sosial)
Peneliti
bersama dengan komunitas merumuskan teorisasi perubahan sosial. Berdasarkan
atas hasil riset,proses pembelajaran masyarakat, dan program-program aksi yang
sudah terlaksana, penelitidan komunitas merefleksikansemua proses dan hasil
yang diperolehnya (dari awal sampai akhir).
11. Meluaskan Skala Gerakan dan Dukungan
Keberhasilan program PAR tidak hanya diukurndari
hasil kegiatan selama proses, tetapi juga diukur dari tingkat keberlanjutan
sebuah program (Sustainibility) yang sudah berjalan dan munculnya
perorganisir-perorganisir serta pemimpin lokal yang melanjutkan program untuk
aksi perubahan. Oleh sebab itu bersama komunitas peneliti memperluas skala
gerakan dan kegiatan.
B. Strategi Yang
Digunakan
Hal ini untuk mengetahui, menganalisis,
dan mengevaluasi hambatan dan kesempatan melalui multi-disiplin dan keahlian
untuk menyusun informasi dan pengambilan keputusan sesuai dengan kebutuhan
masyarakat. Teknik kerja PRA diantaranya.
1.
Senantiasa belajar secara langsung dari masyarakat, dan bukannya mengajari
mereka.
2.
Senantiasa bersikap luwes dalam menggunakan metode, mampu mengembangkan metode,
menciptakan dan memanfaatkan situasi, dan selalu membandingkan atau
berusaha
memahami informasi yang diperoleh, serta dapat menyesuaikannya dengan proses
belajar yang tengah dihadapi.
3.
Melakukan komunikasi multi arah, yaitu menggunakan beberapa metode responden/kelompok
diskusi dan peneliti yang berbeda untuk memperoleh informasi yang paling tepat
4.
Menggunakan sumber daya yang tesedia, untuk mendapatkan informasi yang benar.
5.
Senantiasa berusaha mendapatkan informasi yang bervariasi. 6. Menjadi
fasilitator pada kegiatan-kegiatan dskusi bersama masyarakat, dan bukan
bersikap menggurui dan menghakimi.
7.
Berusaha memperbaiki diri, terutama dalam sikap tingkah laku dan pengetahuan.
8.
Berbagi gagasan, informasi dan pengalaman dengan masyarakat dan dengan
pihak-pihak pelaksanaan program lainnya.
C. Langkah-langkah Dalam
Pendampingan
Adapun untuk melakukan proses riset
pendampingan dengan menggunakan metode PAR perlu adanya strategi pendampingan
yang harus dilakukan. Strategi pendampingan ini merupakan proses yang dilakukan
sebagai pendekatan sehingga proses riset, pembelajaran dan pemecahan teknis
dari problem sosial komunitas dapat dilakukan secara terencana, terprogram dan
terlaksana bersama masyarakat. Berikut adalah susunan strategi pendampingan
saat di lapangan.
a.
Mengetahui Kondisi Real Komunitas
Hal yang dilakukan pada tahap ini adalah
proses inkulturasi, yaitu membaur dengan masyarakat untuk membangun
kepercayaan. Membaur dalam hal ini bukan sekedar berkumpul dengan mereka, akan
tetapi membaur untuk menyepakati proses
bersama dengan membentuk kelompok.
b.
Memahami Problem Komunitas
Pada
strategi ini, peneliti akan mengamati dan mengidentifikasi realita yang terjadi
pada masyarakat, dengan melihat keluhan-keluhan yang datang dari masyarakat.
Peneliti juga akan mendiskusikan pada masyarakat untuk menemukan fokus masalah.
c.
Merencanakan Pemecahan Masalah Komunitas
Tahap Merencanakan pemecahan masalah
komunitas merupakan tahap yang dilakukan untuk merencanakan aksi pemecahan
masalah. Tahap ini sangat ditentukan oleh proses sebelumnya dalam merumuskan
masalah, sebab pemecahan masalah harus didasarkan atas rumusan masalah yang
terjadi.
d. Melakukan Program Aksi
Setelah melalui tahap Perencanaan pemecahan
masalah komunitas yang merencanakan aksi dalam memecahkan masalah, dalam tahap
ini Melakukan program aksi yaitu melakukan aksi program sebagai pemecahan
problem social. Tentu saja pilihan program praktis harus sesuai dengan hasil
analisis problem sosialnya dan perencanaan strategis yang telah disusun. Serta
dengan memperhatikan potensi sumber daya yang dimiliki. Sehingga pelaksanaan
program tidak memberatkan komunitas, tetapi justru menciptakan kondisi yang
terbagun dalam kesatuan yang saling gotong royong sebagai tradisi yang sudah
dimiliki oleh masyarakat selama ini.
e. To Reflection (Penyadaran)
Setelah melewati 4 tahap, yang terakhir adalah
melakukan refleksi atas hasil proses dalam pendampingan di lapangan. Refleksi
ini bukan hanya untuk peneliti (KKN) dilakukan bersama masyarakat, sehingga
terbangun pembelajaran untuk mengkritisi kembali hal-hal yang pernah dilakukan
dan pelajaran apa yang bisa diambil untuk menapak kedepan. Dengan demikian
dibangunlah sebuah komitmen untuk melanjutkan program untuk menapak perubahan
sehingga tidak terjadi keterputusan. Dari sini akan muncul pengetahuan baru dan
komitmen baru antara peneliti (KKN) dan masyarakat, sehingga apa yang dilakukan
selama ini bermakna bagi semua.
d. Pemilihan Subjek
Dampingan
Kegitan ini mengambil subjek dampingan
berupa RKM di Dusun Lajuk Desa Ngepoh.
Keadaan yang terjadi di masyarakat secara tidak langsung berdampak pada
kinerja dan tanggung jawab pada truktur organisasi RKM, sehingga mengakibatkan
terjadinya rangkap jabatan.
BAB III
HASIL DAMPAK PERUBAHAN
A. Dampak
perubahan
Berdasarkan
hasil pelaksanaan program kerja yang telah dipaparkan diatas, bahwa
sebagian besar dari rencana program kerja yang komunitas KKN rencanakan dapat terlaksana dengan
baik. Hal ini dilaksanakan
sesuai dengan kemampuan peserta KKN
dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Selama waktu Dua puluh lima hari, peserta KKN UNZAH telah melakukan observasi
untuk dapat mengidentifikasi permasalahan yang ada di Desa Ngepoh Dusun Lajuk. Pelaksanaan-pelaksanaan program yang direncanakan tidak
dapat berjalan dengan lancar terutama pada minggu-minggu awal, karena pada saat
itu peserta KKN UNZAH masih dalam tahap adaptasi dan sosialisasi. Terlebih
lagi sebagian besar tenaga, pikiran dan waktu terfokus pada usaha penggalian aset desa.
Memasuki Minggu kedua peserta KKN UNZAH sudah mulai menjalankan program, baik dalam bidang fisik maupun non fisik, namun dalam menjalankan program tidak semudah membalikkan
telapak tangan karena disitu komunitas KKN masih harus memikirkan keadaan
sosial masyarakat, tetapi
komunitas KKN UNZAH
sangat bersyukur karena dengan adanya rintangan-rintangan tersebut komunitas
KKN bisa menambah wawasan dalam hal ketika mau berbuat masih memerlukan analisa
sosial terlebih dahulu.
Sehingga dalam minggu kedua ini,
komunitas KKN UNZAH menemukan topik pembahasan aset desa yakni tentang RKM yang
ada di Desa Ngepoh Dusun Lajuk.
1. Kondisi Yang Ada Di Masyarakat
Pada tahun
2013 RKM yang ada di Desa Ngepoh Dusun Lajuk dibentuk oleh masyarakat
sekitar,dengan tujuan mempermudah dan meringankan masyarakat dalam urusan
kematian. Pada awalnya sebelum terbentuknya RKM masyarakat lajuk saat adanya
kematian pihak keluarga masih kebingungan dalam hal perlengkapan jenazah dll.
Sehingga masyarakat dusun lajuk mempunyai inisiatif untuk membentuk RKM,
kemudian masyarakat sekitar bermusyawarah untuk memilih ketua organisasi agar
mempermudah dalam hal pengelolaan RKM.
Seiring
berjalannya waktu terjadi kemajuan dalam organisasi RKM yang juga di ikuti
dengan adanya permasalahan pro dan
kontra dalam masyarakat sehingga terjadi ketidak stabilan berjalannya
organisasi. Dalam hal ini masyarakat hanya melakukan kritisi terhadap organisasi
RKM tanpa adanya tindakan yang jelas, sehingga terjadilah rangkap jabatan pada
ketua RKM yang sekaligus menjabat sekertaris dan bendahara di dalam structural
RKM tersebut.
2. Kondisi Yang
Diharapkan
Dari penjabaran masalah aset desa yang
KKN UNZAH pilih, kami melakukan analisa dan diskusi bersama untuk memecahkan
masalah yang ada.
Berdasarkan
ilmu yang sudah diterima selama perkuliahan kami memperoleh beberapa poin jalan
keluar dari permasalahan yang ada.
Untuk menindak lanjuti permasalahan yang
ada kami melakukan diskusi bersama masyarakat setempat untuk memberikan hasil
diskusi yang sudah kami lakukan yakni beberapa poin-poin usulan.
Usulan-usulan
:
1) Membentuk stuktur organisasi RKM
2) Membenahi adminitrasi RKM
Adapun beberapa
capaian program-program yang sudah di jalankan adalah sebagai
berikut :
|
NO |
PROGRAM |
PENCAPAIAN |
|
1 |
Bersih-bersih
Masjid |
Kegiatan bersih-bersih
masjid biasanya dilakukan oleh takmir masjid AL-Munauwaroh setiap
sore hari pukul 15.30-16.30 WIB, namun terkadang takmir masjid ada
kendala untuk membersikannya, semenjak adanya KKN UNZAH, kami ikut serta
atau membantu untuk membersihkan halaman dan masjid Al-Munawwaah secara rutin. |
|
2 |
Pembacaan
Burdah Keliling |
Pada tahun sebelumnya, desa ngepoh dusun lajuk merencanakan
pembacaan burdah keliling bersama
masyasakat, namun rencena tersebut tidak kunjung terlaksana. Kemudian
Mahasiswa KKN bermusyawarah dengan takmir dan masyarakat setempat untuk
menggelar ketiagatan tersebut, Alhamdulillah pada tahun ini terealisasikan
dengan baik. |
|
3 |
10
muharrom dan santunan anak yatim |
Masjid Al-Munawwarah
setiap tahunnya rutin menggelar acara 10 muharrom dan santunan anak
yatim, pada acara sebelum nya pemberian uang dilakukan dengan menghimpundana
darimasyarakat, kemudian kami KKN UNZAH merubah sedikit yaitu, setiap
masyarakat memberikan langsung ke pada anak yatim agar dapat merasakan
kebagiaan. |
|
4 |
Lomba
17 Agustus-An |
Dalam rangka HUT-17 Agustus peserta KKN mengadakan
lomba besar-besaran dalam bentuk memeriahkan hari kemerdeka-an. Dan acara
trsebut di bantu oleh pemuda LA Dan Alhamdulillah acara pun berjalan dengan lancar. |
|
5 |
Khotmail
Qur`an |
Selama Peserta KKN UNZAH berada di masjid, di setiap paginya selalu
menebarkan syariat islam dengan cara darusan Al-Quran. Alhamdulillah hal tersbut di apresiasi oleh masyarakat
setempat dengan sangat baik. |
|
6 |
Senam
Pagi Bersama Ibu-ibu PKH |
Senam pagi memang sudah biasa dilakukan oleh Ibu-ibu PKH
setiap hari Minggu jam 07:00 – 08:30
WIB, komunitas
KKN hanya ikut serta dan membantu memeriahkan senam tersebut |
|
7 |
Kerja bakti |
Pada saat peserta
KKN UNZAH tiba di lokasi waktu itu tanggal 05
Agustus 2021 setelah memohon izin, komunitas KKN
diantar ke tempat penginapan, namun penginapan yang disediakan oleh takmir
kelihatannya sangat tidak enak dipandang oleh karena itu komunitas KKN
langsung bekerja bakti di tempat penginapan tersebut dan dibantu oleh pemuda.
hal tersebut biasa dilakukan setiap hari jum’at jam 08:00 - 10:00 WIB. |
|
8 |
Yasinan |
Kegiatan yasinan dilakukan oleh muslimin
setiap malam jumaat. Kominitas KKN UNZAH ikut serta dalam kegiatan tersebut
dan memberikan tausiah kepada
masyarakat setempat dengan cara sering dan tukar pendapat masalah keagamaan. |
|
9 |
Muslimatan |
Kegiatan muslimatan dilakukan oleh warga
setempat setiap satu bulan dua kali. Dalam hal ini KKN UNZAH di undang untuk
menghadiri acara tersbut untuk memberikan sedikit tausiah mengenai masalah keagamaan. |
|
10 |
Safinatun Najah |
Kegiatan ini adalah kajian kitab mengenai
keimanan yang diterapkan kepada pemuda-pemudi yang ada di disusun lajuk,
pendekatan kami komunitas KKN UNZAH melalui cara ikut serta kegiatan rutinan
yangdi adakan oleh pemuda setempat. |
|
11 |
Khutbah dan khatib |
Pada hari jumaat kami kominitas KKN UNZAH
mendapatkan pembagian untuk mengisi khatbah dan khatib di masjid Al-Munawwarah. Alhamdulillah dari
beberapa kami dapat mengisi kegiatan tersebut. |
|
12 |
Cat balai desa |
Pada hari jumaat 27 agustus 2021, Mahasiswa
KKN merenovasi kantor Desa dengan mengecet ulang kantor desa tersebut |
B. Diskusi Keilmuan
(kajian teori)
Setelah
peneliti melihat secara langsung tetang RKM, proses pengurusan jenazah dapat
dikemukakan bahwa :
a. Jika salah seorang anggota keluarga
meninggal dunia maka keluarga yang bersangkutan menyelenggarakan serangkaian
upacara kematian. Rangkaian upacara tersebut terdiri atas upacara pemakaman
(penguburan) dan upacara baaruah. Upacara pemakaman meliputi lima macam
upacara, yaitu menjaga mayat, memandikan mayat, mengkafankan mayat, mensolati
mayat, dan penguburan/pemakaman mayat. Upacara baaruah adalah upacara peringatan hari kematian yang terdiri atas
upacara peringatan pada hari pertama, kedua, ketiga, ketujuh, ke dua puluh
lima, ke empat puluh, keseratus dan setahun meninggalnya almarhum. Pada upacara
peringatan kematian tersebut di bacakan tahlil, Al-Qur’an, khusus surat yasin
dan berdoa keselamatan. Dan upacara ini dipimpin oleh tokoh agama.
b. Proses Pengurusan jenazah adalah rangkaian
tindakan, pembuatan, atau pengolahan. Pengurusan jenazah adalah perkara
mengurusi jenazah mulai dari memandikan, mengkafani, menshalatkan dan
menguburkan jenazah. Muslim adalah penganut agama islam dimana muslim adalah
penganut ajaran agama islam yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW untuk
berpedoman pada kitab suci Al-Qur’an, yang diturunkan kedunia melalui wahyu
Allah swt.
c. Maksud dari proses pengurusan jenazah di
Desa Ngepoh Dusun Lajuk perspektif islam adalah sebuah proses pengurusan
jenazah beragama islam mulai dari menunggu orang yang sakaratul maut sampai
penguburannya dipandang dari sudut ajaran agama islam.
BAB IV
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Hidup dalam suatu lingkup masyarakat sosial
memang harus memerlukan adanya kerja sama / saling membantu satu sama lain. Dan
hal tersebut harus ditanamkan dalam kehidupan masyarakat agar dapat menjalin
hubungan sosialisasi dengan baik, terciptanya lingkungan yang tentram, demi
kesejahteraan bersama. Kematian tidaklah inklusif akan tetapi milik dan terjadi
pada semua orang tanpa kecuali. Mengingat perkembangan dinamika masyarakat saat
ini, salah satunya di desa. maka dipandang perlu dibentuk rukun kematian dengan
harapan adanya rukun kematian dapat membantu meringankan beban bagi keluarga
duka sehingga proses pengurusan jenazah dan pemakaman serta administrasi yang
dibutuhkan dapat berjalan dengan lancar. Keberadaan rukun kematian dimaksudkan
untuk lebih meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya dalam memahami hakikat
musibah kematian, meningkatkan kesiapan diri dan keluarga dalam menghadapi
musibah kematian, memahami adab dalam menghadapi musibah kematian, memahami
kewajiban kita terhadap jenazah, dan memahami tata cara pengurusan jenazah
sesuai tuntunan agama.
B.
Saran
Demikian saran yang dapat disampaikan,
dengan harapan semoga saran-saran tersebut dapat dilaksanakan dalam upaya
perbaikan bagi seluruh pihak. Sebagai penutup, penulis menyadari bahwa laporan
ini masih sangat jauh dari kata sempurna karena masih banyak kekurangan yang
harus diperbaiki, namun penulis berharap semoga laporan ini mempunyai manfaat
yang besar bai siapapun yang berkepentingan dengan laporan ini, sehingga menjadikan
sarana bagi penulis untuk mendapatkan hidup yang bermakna.
Lampiran
Dokumentasi Kegiatan
|
(05/08/2021) Semua peserta KKN dan Pemuda Lajuk bersih – bersih
di Depan Masjid Al-Munawaroh Desa
Ngepoh Dusun Lajuk |
(09/08/2021) Semua peserta KKN dan Pemuda Lajuk bersih – bersih
di Desa Ngepoh Dusun Lajuk |
|
|
(11/08/2021) Pembacaan Burdah keliling pada Malam 1 Muharrom yang
diikuti oleh peserta KKN, Pemuda Lajuk, dan Masyarat Desa Ngepoh Dusun Lajuk |
(18/08/2021) ) Santunan Anak Yatim yang dilaksanakan Pada Malam 10
Muharram oleh Peserta KKN dan masyrakat Desa Ngepoh Dusun Lajuk |
|
|
(20/08/2021) Senam Pagi yang diikuti oleh Peserta KKN dan Ibu – ibu
PKK di Balai Desa Ngepoh |
(21/08/2021) Kegiatan lomba – lomba yang diikuti oleh anak – anak
untuk memeriahkan HUT RI ke – 76 |
|
|
(23/08/2021) Malam puncak untuk memeriahkan HUT RI ke-76 |
Peserta KKN melakukan pembacaan Khotmil Al-qur’an yang dilakukan
setiap pagi |
|
|
Peserta KKN ikut serta
dalam kegiatan Yasinan bersama Warga Dusun Lajuk |
Peserta KKN melakukan Khutbah di Masjid yang dilaksanakan setiap hari
Jum’at |
|
|
Peserta KKN ikut serta
dalam acara muslimatan yang dilakukan di Masjid Al-Munawaroh Desa Ngepoh
Dusun Lajuk |
Peserta KKN ikut serta dalam kegiatan safinatun
najah |
|
|
Peserta KKN melakukan
kegiatan Cat di Balai Desa Ngepoh |
|
|














Comments
Post a Comment